Depok,Media-permako.co.id — Ketua Pembina KOPLING Kota Depok, H. Zarkasih Hasan, menyampaikan terima kasih kepada KLH/BPLH atas respon cepat terhadap kondisi Situ Bahar yang semakin memburuk.
“Kami sangat mengapresiasi sidak KLH/BPLH. Ini menunjukkan bahwa pemerintah pusat mendengar keluhan masyarakat. Warga di sekitar situ sudah lama merasakan dampak pencemaran, mulai dari bau menyengat, berkurangnya ikan, hingga kekhawatiran meningkatnya penyakit,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa KOPLING mendapat dukungan luas dari warga sekitar. Sebagai bagian dari transparansi informasi, KOPLING menyerahkan dokumentasi video ikan mati massal kepada tim KLH/BPLH. Video tersebut memperlihatkan ikan-ikan mengapung tak bernyawa, termasuk bangkai ular, menjadi bukti nyata kerusakan ekologi yang terjadi.

“Kami akan terus mengawal persoalan ini sampai tuntas. Situ Bahar adalah ruang hidup bagi banyak warga, sehingga pemulihannya menjadi kepentingan bersama,” tambahnya.
Harapan Baru untuk Pemulihan Situ Bahar
Sidak KLH/BPLH ini membuka pintu bagi langkah penanganan lebih lanjut. Pemerintah pusat diharapkan segera mengeluarkan rekomendasi teknis setelah hasil uji laboratorium keluar, termasuk kemungkinan:
– Penindakan terhadap industri yang terbukti mencemari
– Normalisasi aliran sungai dari hulu
– Peningkatan pengawasan limbah berbahaya
– Edukasi warga tentang bahaya membuang sampah sembarangan
– Kerja sama lintas daerah antara Depok–Bogor

Bagi warga, Situ Bahar memiliki nilai ekologis, sosial, dan ekonomi.
Dalam kondisi sehat, situ berfungsi sebagai pengendali banjir, tempat rekreasi, habitat ikan, dan ruang hijau yang menjaga kualitas udara.
Dengan adanya perhatian dari DPR RI dan pemerintah pusat, masyarakat berharap proses pemulihan dapat dilakukan cepat, terukur, dan berkelanjutan.
Sidak ini bukan hanya respons terhadap pencemaran, tetapi menjadi momentum penting untuk memastikan Situ Bahar tetap menjadi ruang hidup yang aman, bersih, dan bermanfaat bagi generasi mendatang.
(Nabila)
