KOTA BEKASI , Media-permako .co.id –– Peresmian taman bermain di lingkungan RT 15/RW 21, Perum Alinda, Kelurahan Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban.
Berbeda dengan kegiatan peresmian yang biasanya berlangsung formal, acara kali ini digelar di ruang terbuka dan dihadiri masyarakat dengan pakaian yang beragam. Ada yang mengenakan pakaian santai, batik, hingga busana berwarna-warni.
Namun, pemandangan menarik justru terlihat ketika ada tamu hadir dengan pakaian yang sangat formal. Dia tampil mengenakan jas lengkap dengan sepatu, sehingga tampak cukup kontras dengan suasana acara yang berada di lapangan terbuka.
Penampilan tersebut sempat membuat sejumlah warga bertanya-tanya.
“Itu pejabat dari mana ya?” celetuk seorang warga yang memperhatikan penampilan salah satu tamu.
Warga lainnya kemudian ikut bercanda. Ada yang menyebut sosok tersebut sebagai “mantan ketua umum”, meskipun warga yang mendengar percakapan tersebut belum mengetahui secara pasti ketua umum organisasi apa yang dimaksud.
Bahkan muncul pula celetukan ringan bahwa yang bersangkutan merupakan “ketua umum di grup WhatsApp”. Pernyataan tersebut menjadi bagian dari obrolan dan candaan warga, bukan keterangan resmi mengenai jabatan seseorang.
Yang paling mengundang senyum warga adalah ketika seorang warga melihat bapak-bapak tersebut berada di sekitar anak-anak.
Dengan nada bercanda, seorang warga nyeletuk:
“Pak, kalau menjaga anak-anak jangan pakai jas lengkap begitu. Nanti kalau kotor, repot nyucinya!”
Celetukan tersebut langsung membuat beberapa warga yang mendengar tertawa dan tersenyum.
Maklum saja, kegiatan berlangsung di ruang terbuka, sementara taman bermain tersebut nantinya memang diperuntukkan bagi anak-anak. Anak-anak tentu akan bermain, berlari, dan beraktivitas di sekitar taman.
Warga pun menilai pakaian yang terlalu formal bisa membuat pemakainya justru kurang leluasa ketika harus ikut mendampingi atau menjaga anak-anak bermain.
“Namanya juga taman bermain, nanti jangan sampai jasnya lebih sibuk dijaga daripada anaknya,” celetuk warga lainnya sambil tersenyum.
Candaan tersebut membuat suasana yang sebelumnya cukup formal menjadi semakin cair.
Meski menjadi perhatian karena pakaian yang dikenakan, sebagian warga ternyata sudah mengenal sosok tersebut karena tinggal di sekitar wilayah tersebut.
Mereka pun tampak santai dan hanya tersenyum melihat penampilannya yang begitu formal di tengah acara lapangan.
Perbedaan gaya berpakaian itu akhirnya menjadi warna tersendiri dalam kegiatan. Ada warga yang datang dengan pakaian sederhana, ada yang mengenakan pakaian berwarna-warni, sementara sebagian tamu memilih tampil sangat resmi.
Tidak ada yang mempermasalahkan perbedaan tersebut. Justru suasana itu membuat kegiatan terasa lebih humanis dan penuh cerita.
Terlepas dari cerita ringan mengenai pakaian tamu tersebut , perhatian utama masyarakat tetap tertuju pada peresmian taman bermain
Taman di RT 15/RW 21 Perum Alinda diharapkan menjadi ruang yang nyaman bagi anak-anak untuk bermain sekaligus menjadi tempat berkumpul dan berinteraksi bagi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Bekasi Dr. Tri Adhianto Tjahyono turut hadir meresmikan taman. Warga juga mendapat kesempatan untuk bersilaturahmi serta menikmati suasana kegiatan bersama berbagai unsur masyarakat.
Anak-anak di lingkungan sekitar juga mendapatkan bingkisan, sementara produk UMKM warga RW 21 turut diperkenalkan dalam kegiatan tersebut.
Pada akhirnya, peresmian taman bukan hanya meninggalkan cerita tentang hadirnya fasilitas baru bagi masyarakat, tetapi juga menghadirkan suasana kebersamaan yang sederhana.
Dari pakaian warna-warni hingga jas lengkap dan sepatu, semuanya menjadi bagian dari cerita warga hari itu. Dan seperti celetukan salah seorang warga, kalau datang ke taman bermain untuk menjaga anak, yang paling penting bukan jasnya tetap bersih—tetapi anak-anak bisa bermain dengan aman, nyaman, dan gembira.
(RMH)
